Monday, October 8, 2012

Fikrah Imayu: Makna jati diri

Fikrah Imayu: Makna jati diri: 1) Jati diri; Insan yang punya jati diri, dapat mempertahankan prinsip yang dipercayainya, walaupun keadaan sekeliling, tidak seperti yang d...

Thursday, June 28, 2012

Istikharah, semudah itu ke?

nak letak ni je dulu.... :D :P

http://genta-rasa.com/2012/03/07/istikharah-itupun-perlu-mujahadah/

Saturday, June 16, 2012

A Mother's Hand

<copied from: Engineer vs Doctor's Page in Facebook>

One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company.

He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision.

The director discovered from the CV that the youth's academic achievements were excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, never had a year when he did not score.

The director asked, "Did you obtain any scholarships in school?" the youth answered "none".

The director asked, " Was it your father who paid for your school fees?" The youth answered, "My father passed away when I was one year old, it was my mother who paid for my school fees.

The director asked, " Where did your mother work?" The youth answered, "My mother worked as clothes cleaner. The director requested the youth to show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth and perfect.

The director asked, " Have you ever helped your mother wash the clothes before?" The youth answered, "Never, my mother always wanted me to study and read more books. Furthermore, my mother can wash clothes faster than me.

The director said, "I have a request. When you go back today, go and clean your mother's hands, and then see me tomorrow morning."

The youth felt that his chance of landing the job was high. When he went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands to the kid.

The youth cleaned his mother's hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his mother's hands were so wrinkled, and there were so many bruises in her hands. Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned with water.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee. The bruises in the mother's hands were the price that the mother had to pay for his graduation, academic excellence and his future.

After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for his mother.

That night, mother and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director's office.

The Director noticed the tears in the youth's eyes, asked: " Can you tell me what have you done and learned yesterday in your house?"

The youth answered, " I cleaned my mother's hand, and also finished cleaning all the remaining clothes'

The Director asked, " please tell me your feelings."

The youth said,

Number 1,

I know now what is appreciation. Without my mother, there would not the successful me today.

Number 2,

by working together and helping
my mother, only I now realize how difficult and tough it is to get something done.

Number 3,

I have come to appreciate the importance and value of family relationship.

The director said,

" This is what I am looking for to be my manager.
I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life. You are hired.

Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates. Every employee worked diligently and as a team. The company's performance improved tremendously.

A child, who has been protected and habitually given whatever he wanted,

would develop "entitlement mentality" and would always put himself first.

He would be ignorant of his parent's efforts.

When he starts work, he assumes that every person must listen to him, and when he becomes a manager, he would never know the sufferings of his employees and would always blame others.

For this kind of people, who may be good academically, may be successful for a while, but eventually would not feel sense of achievement. He will grumble and be full of hatred and fight for more.

If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are we destroying the kid instead?

You can let your kid live in a big house, eat a good meal, learn piano, watch a big screen TV.

But when you are cutting grass, please let them experience it.

After a meal, let them wash their plates and bowls together with their brothers and sisters.

It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way.

You want them to understand, no matter how rich their parents are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young person.

The most important thing is your kid learns how to appreciate the effort and experience the difficulty and learns the ability to work with others to get things done.
    






Monday, May 21, 2012

H . U . T . A . N . G

cuma nk senaraikan hutang2 sy pd blog ni...@_@
  1. Catatan pengalaman mengikuti kursus bersama I Luv Islam
  2. Catatan pengalaman mengikuti konvoi Bebaskan Palestine
  3. Catatan pengalaman mengikuti Perhimpunan Aman Save Palestine
  4. Catatan pengalaman dan perasaan menyambut Hari Guru utk pertama kali
BANYAKNYA! berkemungkinan hutang ni akan bertambah lagi dari semasa ke semasa. Sebab? masa laa...huuu.... Kalau sempat pun, sy rasa otak ni berkemungkinan besar agak J _ M _ E _! Sebab dh agak lama tak membaca bhn2 bacaaan tambahan dn agak lama tidak menulis. Ada baca, tp mcm tak berkualiti je. huuuuu.... Sebab tu la, blog ni hanya sempat diupdate dgn bahan bacaan yg diCopy dan diPaste semata!

SOOOO SAD! But at least, I've put the effort! Better than never! And still, that's not the reason for escapism! 

The BESTEST quote for today

Always try your bestest everyday! 

R’ESQ: TEKNIK ‘APUNG DIRI’ DALAM SITUASI TEKANAN 

Dalam suatu pertempuran, Saydina Ali bin Abi Talib telah Berjaya menjatuhkan seorang musuh. Ketika beliau ingin membunuh musuh tersebut, tiba-tiba musuh tersebut meludah ke muka Saydina Ali. Maka Saydina Ali tidak jadi membunuh musuh yang sudah berada di hadapan mata.
Si musuh berasa terkejut dengan tindakan Saydina Ali yang tidak jadi membunuhnya, lalu ia bertanya, “Wahai Ali, kenapa kamu tidak menikam aku sebentar tadi sedangkan aku telah tewas?” Maka Saydina Ali menjawab, “Sekiranya aku membunuh kamu ketika itu, aku bunuh kamu bukan kerana Allah, tetapi aku bunuh kamu kerana marahkan kamu yang telah meludah ke mukaku.Perbuatan ini merupakan dosa besar, maka sebab itulah aku melepaskan kamu.”

Bayi boleh terapung!

<Mari kita lihat video ini terlebih dahulu sebelum kita terus membincangkan topik ni..>

video

                Konsep ini saya kaitkan dengan satu kajian oleh pengkaji barat. Orang barat pernah membuat kajian dengan mencampakkan seorang bayi berusia setahun setengah ke dalam air. Setelah beberapa ketika dicampakkan, bayi itu tidak tenggelam. Dia hanya terapung-apung di permukaan air sambil si ibu dan ayah memandang bayinya dengan perasaan ceria dan tenang, tanpa ada tekanan dan kebimbangan yang negatif. Persoalan yang timbul, mengapa bayi tidak tenggelam dan lemas? Kenapa bayi hanya timbul di permukaan dan sempat menunjukkan ‘aksi-aksi’ renangan yang menarik. Sekiranya diperhatikan, apabila bayi dicampakkan ke dalam air, ia akan mengikut suasana persekitaran air itu. Selain pergerakan yang lembut mengikut pergerakan air, minda dan emosi bayi ini berada pada kedudukan yang sangat tenang. Dengan bahasa mudah, kehidupan bayi bebas daripada sebarang stress. Mereka ceria, suka dan gembira sepanjang masa.
                Itulah sebabnya, apabila seseorang yang tidak pandai berenang terjatuh ke dalam air, perkara yang paling utama yang perlu dilakukan ialah bertenang dan jangan cepat gelabah. Sikap tenang dan relaks itu mampu membuatnya terapung-apung di permukaan air sebelum diselamat orang lain.

Bijak kawal minda dan emosi
                Konsep ‘apung diri’ yang diperhatikan daripada bayi itu patut dijadikan pedoman. Kemampuan untuk apungkan diri dalam mengharungi apa jua cabaran hidup akan member kekuatan dan keyakinan untuk lebih berjaya. Tanpa daya apung ini, dikhuatiri seseoarang akan tenggelam dan lemas dalam arus kehidupan yang sentiasa mencabar. Kehidupan ini perlu dilalui dengan penuh kesabaran dan kesyukuran. Seseorang perlu menerima ketentuan hidup yang telah ditakdirkan Allah ke atas dirinya. 

Teknik mengapungkan diri
                Satu teknik mudah untuk aplikasikan daya apung ini ialah dengan menyebut perkataan ‘apung’ apabila kita sedang berhadapan sesuatu tekanan. Otak akan mudah memahami maksud perkataan ini dan memberi tindak balas positif kepada tubuh dengan mengapungkan diri (mengawal diri) dalam mendepani cabaran tersebut.
                Ikuti dengan senyuman bagi mengaktifkan pusat keceriaan (joy centre) dalam otak. Keceriaan dan kegembiraan mampu mengurangkan tekanan dan emosi yang sedang dihadapi.
                
                Renugkan firman Allah yg bermaksud:
155. Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu Dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang Yang sabar:
156. (Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali."
157. Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya. 
(Al-Baqarah: 155 – 157) 

Selamat beramal! 


Rujukan   : Mingguan Wanita Bil. 1478
Kolumnis  : Dr. Muhamad bin Jantan (Perunding Motivasi & Psikologi RMJ Holistic Solution)

Friday, May 18, 2012

Selamat Hari Guru

SELAMAT HARI GURU

guru-guru tetaplah guru yang dahulu
menjadi tua dalam waktu yang panjang
tetap menemui pelajarnya
yang membesar di rumah yang berlainan
tetap bersama rakan-rakan sekerja
yang separuh daripadanya telah tewas
dalam diri sendiri.
tetap di depan pandangan masyarakat
yang terlalu mengharapkan apa yang terbaik
daripada manusia guru
yang tetap bersama kelemahan diri.
lemah oleh waktu yang panjang
lemah oleh kenakalan pelajarnya
lemah oleh masyarakat
yang banyak bercakap tentang kesempurnaan.

guru-guru tetaplah guru yang dahulu
menjadi tua dalam panjang waktu dilaluinya
tetap di bilik
yang dikongsikan bersama
tanpa keselesaan yang sama
seperti dinikmati
rakan-rakan seuniversitinya yang dahulu.
tetap dipanggil guru
kalaupun hanya sekadar panggilan
dibezakan waktu yang mengurangi rasa hormat
kepada manusia guru.
guru tetaplah guru
di mana berada
di mana sahaja
tanpa mati dalam waktunya yang panjang.

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Bentong, Darul Makmur
31 Mei 2004.

<http://kotapuisi.blogspot.com/2009/05/selamat-hari-guru.html>

Wednesday, May 9, 2012

~ Di malam yg sepi ~

~ Melantik diri utk menjadi berguna kpd semua ~
Sekadar renungan untuk diri sendiri. Agar menghargai setiap detik yg dikurnia oleh Allah. Kita akan merasa hidup ini bernilai, bila kita banyak memberi; kewangan, masa, tenaga dll. Usah dihirau dengan kesusahan yg dihadapi di dunia. Lebih risau jika mengalami kesusahan di akhirat kelak. Allah.....

Malah, usah diharap pujian dn perhatian manusia. Ia tidak membawa ke mana. Cuma yg diharapkan ialah Rahmat daripada Allah utk menjadi pemberat neraca timbangan kelak. Semoga ada sekecil2 usaha yg dikira sebagai ibadah.

mode: sedih, berfikir, tahan ngntok, dll. 
Terfikir, apa yg akan jadi selepas MATP21. Sedih plak. Aku tak nak jadi orang yg dikurnia banyak masa lapang. Atau manusia yg dikejar dek dunia semata.huuuu.... T_T

Wednesday, April 11, 2012

Sesuatu Nan Indah~: Bila dunia berputar

Sesuatu Nan Indah~: Bila dunia berputar: Bismillahirrahmanirrahim. Serasa-rasa tiga bulan terlalu singkat dalam menilai kembali perancangan-perancangan masa depan. Sambung belajar...

Sesuatu Nan Indah~: Ungku Aziz pesan..

Sesuatu Nan Indah~: Ungku Aziz pesan..: Bismillahirahmanirrahim. Adat la kan buat kerja mana ada yang mudah. Yang penting, usaha kita takat mana?  Tak gitu? *wink* “Sesungguhnya...

Sunday, April 8, 2012

070412 | Keputusan Akhir Eksperimen Nasi

Assalamualaikum dan selamat pagi kepada semua. Semoga semua sentiasa dalam keadaan yg baik dari sehari ke sehari. Baik daripada segi fizikal dan rohani terutamanya.

Seperti yg saya janjikan.. Entri ini adalah berkenaan Keputusan Akhir Eksperimen Nasi (sila rujuk kepada entri http://adilamansor.blogspot.com/2012/03/150312-eksperimen-nasi.html utk maklumat berkenaan eksperimen.)

Day 23 | Keputusan Akhir Eksperimen Nasi

Penerangan Tersurat.

Spesimen 1 merupakan nasi yg telah dilabel dengan kata2 yang baik, Spesimen 2 ialah nasi dengan kata2 yg buruk dan  Spesimen 3 ialah nasi yg tidak dilabel dengan sebarang kata2.

Merujuk kepada hipotesis  ~ Semakin buruk kata-kata (perhatian) yang diberikan, semakin teruk perubahan fizikal nasi. ~ tapi, ada sedikit kekeliruan dengan keputusan akhir Spesimen 1 dan Spesimen 2. Mengelirukan. Ini menunjukkan, faktor persekitaran juga mempengaruhi perubahan fizikalnya. Menurut Maa, masa eksperimen ni berlangsung, seekor cik T asyik keluar masuk dapur (tempat Spesimen 1 diletakkan. Nak letak di bilik, susah plak Maa nk kelua masuk. Niat asal letak di dapur sebab nak mudahkan Maa perhatikan. hee.. :) ). Saya beranggapan mungkin itu menjadi faktor penyumbang. Lebih2 lagi bila Maa takut dan fobia nak masuk dapur. (Kelakar! sebab Maa tinggal sorang2 kt rumah. Anak2 lain semua bertebaran merata; bekerja.:P )

Jadi, saya beranggapan. hipotesis itu benar jika spesimen diletakkan di tempat yang betul dan mendapat perhatian yang betul. Secara teori, saya terus beranggapan hipotesis itu benar dan boleh digunapakai dalam kehidupan seharian.



Penerangan Tersirat.


an Nisaa', 148: Allah TIDAK MENYUKAI ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang2 yg teraniaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

~ ucapan buruk = mencela org, memaki, menerangkan keburukan2 org lain, menyinggung perasaan seseorang dll
~ orang2 yg teraniaya = mengemukakan kpd hakim dll berkenaan keburukan2 org yg menganiaya.

daripada sudut pndangan sosial - ucapan buruk memberi kesan buruk dan merosakkan hubungan sesama manusia.

daripada sudut pandangan sains - kata2 yg buruk akan merubah struktur atom bahan menjadi kacau-bilau. Terutama makanan. Makanan yg terdedah kepada unsur2 negatif kelak akan memberi kesan negatif kepada si pemakan. Dan ini secara tidak langsung menjadi punca penyumbang masalah dalam institusi kekeluargaan dan masyarakat. BIG IMPACT utk jangka masa panjang. 

Kesimpulan

1. Dalam usaha merubah masyarakt kepada akhlak yg lebih baik, ia harus bermula daripada institusi kekeluargaan. dan dalam keluarga itu terdapat diri sendiri yg harus sedar dn usaha menyebarkan aura2 positif kepada ahli keluarga yg lain. InsyaAllah, Allah akan berkati sekecil2 usaha kita. Tawakal, Usaha, Doa dn Tawakal. Yakin dengan Allah dn bersangka baik dengan Allah. Mengharaplah kepada Allah.
 
An Nahl, 110: Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang2 yg berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar2 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2.  yang halal itu jelas dan yg haram itu jelas. Pastikan apa yg memasuki badan kita adalah yg halal; halal daripada segi fizikalnya dan sumbernya. Jika makanan itu halal, tetapi datang daripada hasil mencuri, tak boleh jadi juga. Jika ia halal, tetapi "dijampi" dengan umpatan dn kata2 keji (terutama ketika makan,maka rosaklah makanan tu. Jadi, perhati kata2 kita)

An Nahl, 114: Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembah-Nya semata-mata. 

3. Niat asal eksperimen dijalankan adalah utk dijadikan contoh kepada Muhammad Asyraf bin Mansor. Antara modul yg terlintas terus selepas dapat aduan daripada Maa tentang perangai dia. Dengan harapan agar dengan keterlibatan dia, dia boleh utk berfikir dan memilih yg mana baik dan yg mana buruk. Jadi, sambil menyelam minum air. Modul ni sesuai utk seisi keluarga dan lapisan masyarakat. Hee...

p/s: eksperimen ini dijalankan utk dijadikan peringatan kepada diri sendiri, keluarga dll yang membaca. jadi, kalau saya salah, mohon ditegur. (^_^) Semoga ada keberkatan dn dikurnia kekuatan utk terus istiqamah melakukan kebaikan (^_^)

Tuesday, April 3, 2012

sambung belajar...

http://maps.google.com.my/maps?hl=en&gbv=2&q=madina%20university%20in%20shah%20alam&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.,cf.osb&biw=1366&bih=607&ie=UTF-8&sa=N&tab=il

nak letak ni je dulu...biar laa serabut pon...bye...

Saturday, March 24, 2012

Secebis Kisah Orang Berilmu… | iluvislam.com discover the beauty of islam

Secebis Kisah Orang Berilmu… | iluvislam.com discover the beauty of islam

"...Semakin kita belajar, terasa semakin banyak perkara yang tidak kita ketahui. Inilah sifat sejati orang berilmu..."

"...Bukan mudah menjadi 'pendengar' ketika selalu berperanan sebagai 'penutur' tetapi kerana sifat tawaduk mereka, para ulama silam sanggup kelihatan bodoh daripada terus berlagak pandai dan memandai-mandai..."

"...Sesungguhnya, ular yang menyusur akar tidak akan hilang bisanya..."

Tuesday, March 20, 2012

Pesanan buat yang bernama WANITA...(^_^)

tulisan di bawah ni merupakan hasil seorang sahabat di dalam blog beliau... saya sedang mencari semula link blog beliau...ini saya copy semula dari note saya bertarikh 11 Februari 2010... lama kan..? tapi masih bermanfaat perhaps...menjadi ingatan buat manusia yg hakikatnya memg PELUPA...(rujuk kepada diri saya sendiri...) semoga bermanfaat buat semua... (^_^)

**************

Suatu hari saya terlihat ada gambar seorang rakan pada YM nya. Dipandang dua tiga kali. Ermm….

Saya: aik terkejut muncul gambar. La tukar lagi gambar.

Dia: he he he he. Tak suka gambar tadi. Gambo ni comel sikit. he he he. Saya betul-betul tidur waktu ni. (merujuk kepada gambar YM nya). Tak perasan bila kawan ambil.

Saya: Maaf ya, tapi tidak elok lah kan nak tunjuk gambar tidur pada semua? Suami awak je boleh tengok awak tidur .

Dia: mmmm... saya dah banyak kali tidur. Dah ramai tengok saya tidur

Saya: jika begitu jangan bagi lebih ramai tengok heheh (memeberi maksud kepada paparan gambar YM)

Dia: tak boleh ke?

Saya: tidak manis bagi anak dara. Kesucian maruah kena jaga. Hah! barulah betul-betul anak dara sunti. Anak dara suci. kan?

Dia: hemmmm. Ok. Ok. Maaf.

Saya: tak apa.

Dia: gambar ni? (pantas sahabat ini menukar gambar kepada yang lebih baik. Saya menghantar icon senyuman)

Saya: Pada saya awak ni sangat-sangat berharga

Dia: Ea? kenapa?

Saya: Ok. Gambar tu ok. Maksud saya. Sangat-sangat kita ini berharga

Dia: ?

Saya: tinggi nilai.

Dia: aa. Ok. Ok. (Nampaknya dia mula faham). Saya cuba jadi baik. He he

Saya: Jadi menjaga hal-hal seperti tadi. Memberi nilai yang tinggi pada diri.
(Sekarang ini, anak perempuan diletak pada nilai-nilai material, wang (tak semua orang). Eh, mana boleh macam tu!)

Dia: oo…. Baik. Baik. Terima kasih.

Pulang ke rumah. Bercuti. Mengajar adik saya yang perempuan mengaji. Dia membaca surah al-Ahzab muka surat 442. Ayat 31 hingga 35. Seperti kebiasaannya, sebelum habis, akan dibacakan dan diterangkan mengenai maksud ayat apa yang dibacanya. Namun, ayat yang mahu saya kaitkan dengan perbualan di atas ialah ayat 35.

Saya: Ha, faham tak apa yang dibaca tadi?

Adik: Tak.

Saya: Tengok ayat yang terakhir tu. Yang panjang tu. Baca maksudnya.

“Sesungguhnya, lelaki yang muslim, dan perempuan yang muslim, dan lelaki mukmin dan perempuan mukmin, dan lelaki yang taat, dan perempuan yang taat, dan lelaki yang benar, dan perempuan yang benar, dan lelaki yang sabar dan perempuan yang sabar, dan lelaki yang khusyuk, dan perempuan yang khusyuk, lelaki yang bersedekah, dan perempuan yang bersedekah, dan lelaki yang berpuasa, dan perempuan yang berpuasa, dan lelaki yang memelihara kehormatan, dan perempuan yang memelihara kehormatan, lelaki yang banyak mengingati Allah, dan perempuan yang banyak mengingati Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar”

Lalu diterangkan pada adik mengenai ayat ini. Untuk artikel ini saya pendekkan terus kepada ayat “dan perempuan yang memelihara kehormatan”. Nah, adik… sekarang yang dikatakan memelihara kehormatan itu bukan hanya memelihara kemaluan sahaja. Tetapi merangkumi juga dari sudut menjaga keperibadian, akhlak, harga diri, pertuturannya.

Begitu juga gambar-gambar yang hendak dipaparkan dalam facebook atau myspace atau friendster. Tidak sewenang-wenangnya dipaparkan gambar kita bergaya-gaya, posing bahasa Inggerisnya. Gambar-gambar yang diambil dari sudut tertentu supaya nampak ‘cute’nya. Nampak hebatnya. Nampak bergaya. Nampak apa-apa lagilah. Jangan dijadikan kebiasaan. Di sini ada hal menjaga kehormatannya. Menjaga kesuciannya. Menjaga malunya.

Harus berhati-hati. Perlu ada rasa malu apabila orang melihat gambar kita itu. Lebih-lebih lagi apabila gayanya kurang manis! kata orang melayu. Ngak enak! Bahasa Indonesianya. Tidak seharusnya mudah-mudah kita memberi ruang untuk orang menatap-natap kita yang ada dalam gambar itu. Ee… cute la. Fuiyo, lawanya. Cantiknya. Comelnya. Itu kalau komennya begitu, kalau sebaliknya. Dah menjadi cakap-cakap orang pula. Macam seronok je letak gambar, orang tengok. Yang ditatapnya itu belum tentu lagi hanya wajah anda… Elakkan dari gambar kita itu menjadi punca menggoyah nafsu orang. Tanpa kita sedar…

Jadi, bagi yang perempuan, yang terlebih layak melihat awak seperti yang dalam gambar itu ialah suami. Sekiranya, benar-benar dijaga, barulah si suami itu mendapat seorang isteri yang benar-benar suci, terjaga kehormatannya. Seorang isteri yang betul-betul tinggi nilai maruah dirinya. Seperti sebutir berlian yang sangat berharga. Yang hanya boleh dilihat, disentuh dan dimiliki oleh yang berhak sahaja.

Oleh itu, puji-pujian, cute, comel, cantik, itu biar suami yang sebut. Lebih romantik, tak gitu? Nanti akhirnya akan dirasakan suatu kepuasan dalam diri. Kepuasan yang sukar digambarkan. (Barulah nantinya boleh nak jadi seperti Anna Althafunnisa dan Abdullah Khaerul Azzam ye tak? Ops… Gara-gara KCB nih… he he he). Darjat kita akan diangkat jika punya ciri-ciri seperti dalam ayat 35, surah al-Ahzab. Hal ini pun sama juga bagi yang lelaki. Era moden ni, kena berhati-hati ya…

Ini pandangan saya. Jadi sahabat-sahabat bagaimana?

*************

saya sayang kalian kerana Allah....(^_^)

*************

~ end ~

Thursday, March 15, 2012

150312 > "Eksperimen Nasi"

Assalamualaikum kepada semua yg membaca…

Entri yg saya nk share kali ni, adalah tentang “Eksperimen Nasi”… hah apa perkara pertama yg datang dalam minda anda…?? Hehehehehe… Ye tepat sekali..!! Eksperimen ini melibatkan nasi… :P (loyar buruk…) ok serius… Berikut merupakan butiran eksperimen ini… :) (mode: recall cara2 membuat eksperimen di kala sek rendah, sek men dn matrik dulu…:D )

Tajuk
Kata-kata dan Perubahan Fizikal Nasi
Inferens
Kata-kata yang baik dan buruk mempengaruhi perubahan fizikal nasi. Manakala nasi yang tidak diberi perhatian dijangka akan mengalami perubahan terburuk berbanding 2spesimen yang lain.
Pembolehubah Dimanipulasi
Kata-kata (Perhatian)
Pembolehubah 
Bergerak Balas
Perubahan fizikal nasi
Pembolehubah Dimalarkan
Nasi
Hipotesis
Semakin buruk kata-kata (perhatian) yang diberikan, semakin teruk perubahan fizikal nasi.
 
Day 1 | Nasi dengan Kata2 Baik
Hah… itulah butiran utk eksperimen ni… ye, kita mungkin biasa dengan teorinya… tapi, nak aplikasikan dalam kehidupan agak dn mungkin sangat susah bagi sesetengah org (saya laa yg dalam kategori susah tuu…huhuhuhuhu…) jadi, inilah antara usaha dalam mengingatkan diri sendiri dan org sekeliling, terutama family yg tersayang… (^_^)
 
p/s: Eksperimen ni adalah permintaan daripada maa, setelah usaha pertama yg ingin melibatkan Asyraf tidak berjaya. Tapi kali ni, eksperimen ni melibatkan Adibah dan Asyraf… Atas pertolongan dorg yg sgt curious…heee… Nantikan keputusan akhir setelah beberapa minggu…!!! (^_^)Y

Day 1 | Nasi dengan Kata2 Buruk
Day 1 | Nasi tanpa Kata2
p/s: keadaan nasi pada hari pertama adalah sama utk ketiga-tiga spesimen       

Friday, February 24, 2012

HusnuzzonLOA: LOA ACCORDING TO QURAN AND HADIST

HusnuzzonLOA: LOA ACCORDING TO QURAN AND HADIST: by: Jumala Multazam In Islam world, this thing has been expressed 14 last centuries, taught openly to all people explicitly, even command...

Tuesday, February 14, 2012

Perjalanan Merentas Dunia...

Assalamualaikum.... (^_^)

berehat sebentar sebelum speeding dengan kerja2 dunia yang mengharapkan saham di akhirat kelak...terfikir, cukup ke usaha di dunia ni? dapat ke menampung dosa2 yang telah dilakukan? berat ke timbangan kebaikan di akhirat kelak...??? hmmmm....menyebabkan berdenyut2 kepala ni jadinya....ikhlas dan sentiasa berusaha sehabis baik.....

tadi mengajar sesi pagi... anak murid 2orang je pun... tapiiiii..... mereka tak salah, tapi aku yang salah.... tak terkawal emosi... maka, kelelahan laa di buatnya... ini yang tersandar dan terfikir macam2 niii... maafkan ku wahai anak2 muridku... ~ Nik Nurin Irdina dan Nur Miza Darwisyah... ku halalkan segala ilmu yang tidak seberapa kepada kalian...moga dapat menjadi bekalan untuk masa hadapan dan memberi kejayaan di dunia dan syafaat di akhirat kelak.... (sebak...)

oleh kerana perasaan yang agak berkecamuk ni, tak semena2 tangan ni klik google map.... nak tau apa yang dicari...???


perjalanan darat dari Malaysia ke Mekah

hah....itulah yang dicari....bila agaknya dapat sampai ke sana kan....??? huhuhuhuhuhu.... memandangkan ada laluan untuk perjalanan merentasi darat, rasa macam nak jalan kaki jee....tinggalkan semua kerja2 niiii....mode sekarang ni, memang rasa nak merentasi dunia....nak pergi jelajah ke merata tempat.... nak lihat ciptaan Allah yang Maha Kaya lagi Maha Luas....huhuhuhuhuhuhuhu.......tenangkan fikiran dll..... tapiiiii.....untuk sekarang ni, apa yang ada di depan mata, itulah yang sedang dihadapi....untuk cita2 ini, ia tetap akan diusahakan....selagi hayat di kandung badan....insyaAllah...


سبحان الله والحمدلله ولااله الا الله والله اكبر

 اَلاَبِذِكْرِاللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب